Entertainment - News

Film Soekarno Disomasi

Film Soekarno Disomasi Grazia
Suasana pertemuan pers soal film Bung Karno versi Hanung Bramantyo
Walau masih dalam taraf penyuntingan, film tentang Sang Proklamator, Bung Karno, telah menghadapi masalah. Pihak Yayasan Pendidikan Soekarno yang diwakili Rachmawati Soekarnoputri mengundurkan diri sebagai partner dalam produksi film, sekaligus melayangkan somasi keberatan terhadap produser, Raam Punjabi.
    Film "Soekarno: Indonesia Merdeka" telah mendekati rampung. Hingga pertengahan September, sudah sampai pada tahap editing dengan 3-4 versi. Tahap berikutnya adalah 'closed screening' yang dihadiri secara terbatas oleh mereka yang terlibat dalam produksi. November mendatang akan memasuki tahap pembuatan scoring yang dilakukan di Rusia, dilanjutkan mixing di Bangkok.
    "Pada 12 Desember 2013 akan tayang," ujar sang sutradara Hanung Bramantyo penuh keyakinan dalam pertemuan dengan media Rabu (18/09) sore di Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.
    Uraian kronologi di atas adalah ilustrasi Hanung menjawab pertanyaan wartawan berkaitan somasi yang dilayangkan Rachmawati Soekarnoputri, putri kandung mendiang Soekarno.
    Rachmawati melayangkan somasi kepada produser Film Sukarno PT Tripar Mulitivison Plus milik Raam Punjabi, karena merasa keberatan terhadap sosok pemeran Bung Karno (Ario Bayu) dan beberapa hal dalam skenario yang dianggap aneh. Hal ini juga menyebabkan Rachmawati menyatakan mengundurkan diri dari perjanjian kerja sama antara PT Tripar Multivision Plus dengan Yayasan Pendidikan Soekarno yang dia wakili
    Menghadapi somasi tersebut, pihak pengacara PT Tripar Multivison Plus, sebagaimana disampaikan Rivai Kusumanegara, telah menyampaikan jawaban tertulis.
    "Kami bersikap pasif saja, karena dalam penilaian kami sebenarnya tidak ada kasus hukum," ujar Rivai.
    Sementara Raam Punjabi mengatakan bahwa film tentang Bung Karno kini bisa dibuat oleh siapa saja karena Sang Proklamator (bersama Hatta) ini adalah milik bangsa Indonesia. 
    "Kami membuat film ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap Bung Karno sereta pembelajaran buat generasi muda," ujar Raam.
    Semoga segera ada titik temu dari kekisruhan ini, agar masyarakat bisa melihat sosok Soekarno dari kaca mata seorang Hanung Bramantyo.    

ROSIHAN NURDIN

COMMENT
Name :  
Email :  
Comment :



200 karakter tersedia

 
Dengan meng-klik tombol “Submit” berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.


h