Lifestyle | News

Story by Rosihan Nurdin

Opera Ainun: Kisah Cinta yang Menginspirasi

Kisah cinta Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie dan Ibu Ainun menjadi romansa meleganda bagai Romeo dan Juliet, Laila dan Majenun, serta Pranajaya dan Layon Sari.

Film berjudul Habibie & Ainun besutan MD Pictures pada 2012 yang diangkat dari memoar yang ditulis Habibie mengenai mendiang istrinya, Hasri Hainun Habibie, dalam buku Habibie dan Ainun, sangat menarik perhatian publik. Dalam catatan GRAZIA, film ini meraih jumlah penonton lebih dari 4,5 juta orang! Kisah percintaan dan kesetiaan yang demikian menyentuh membuat film ini begitu banyak diapresiasi. Bahkan selepas film ini MD memproduksi lagi Rudy Habibie, prekuel dari Habibie & Ainun.

Kisah cinta dan kesetiaan pasangan Habibie dan Ainun ini tentu menjadi inspirasi banyak orang. Termasuki menginspirasi dalam berkreatifitas. Buktinya, kisah cinta itu diangkat menjadi sebuah sajian opera bertajuk Ainun yang tengah diproduksi oleh PT Opera Ainun Inc, yang merupakan anak perusahaan dari Perkumpulan Lima Dimensi. Opera Indonesia ini akan di panggungkan di Jakata, Amsterdam, Paris, Wina dan Berlin. Sejajar dengan Opera klasik abadi bertaraf internasional seperti Aida, La Boheme, Hamlet, Phantom of The Opera dan lain-lain. Beberapa waktu silam, beberapa bagian dari Opera ini telah dipertontonkan di hadapan tamu terbatas dan sejumlah wartawan.
 
Opera Ainun diangkat berdasarkan novel yang ditulis oleh Rudy Habibie. Yang menggambarkan segala sesuatu tentang CINTA dari seseorang bernama Rudy Habibie.
Cinta kepada orang tuanya, cinta sejati kepada Ainun, cinta kepada cita-citanya, cinta
kepada aeronautical engineering, cinta kepada tanah airnya, dan akhirnya menemukan
cintanya kepada Tuhan Sang Pencipta. Perjalanan Rudy Habibie sebagai anak manusia sangat menarik dan menginspirasi untuk diangkat, disejajarkan dengan kisah-kisah cinta lain yang telah melegenda.
 
SINOPSIS
TEMPAT & WAKTU: Bandung, Jakarta, Aachen, Hamburg, Munich 1950an-2000an
Ainun, seorang dokter muda, cerdas dan cantik, saling jatuh cinta dengan Rudy, kawan lama dari masa sekolah. Mereka menikah dan Ainun berangkat ke Jerman, demi mendukung karier Rudy sebagai insinyur aeronautika. Ainun meninggalkan Indonesia dan meninggalkan karirnya sebagai dokter, menuruti nuraninya demi suami yang ia cintai. Nama Rudy kemudian melonjak tinggi setinggi pesawat ciptaannya.
Mereka kembali ke Indonesia. Ainun kemudian menjadi ibu untuk keluarga yang lebih besar lagi, ibu untuk negaranya. Walaupun harus terlebih dulu melalui masalah politik yang pelik, dengan penuh cinta, ia rawat 200 juta manusia Indonesia, layaknya anak-anak sendiri. Hingga penyakit ganas menggerogoti tubuhnya perlahan. Ainun bertahan sebagai ibu, istri, dan perempuan yang tangguh.
Namun rencana Tuhan adalah sesuatu yang pasti. Ainun pun akhirnya harus “terbang” melintasi dimensi, bukan dengan kapal udara ciptaan sang suami, melainkan oleh Sang Khalik. Kepergian Ainun menyentakkan Rudy, tetapi Rudy kemudian menyadari Ainun tidak pernah pergi. Ainun meninggalkan cinta, yang terus menyertai Rudy. Cinta yang selalu ada sejak dulu, kini dan selamanya
 
PEMAIN
Conductor: Purwacaraka
Penulis Skenario : Titien Wattimena, based on Novels by Prof. BJ Habibie
Art Director : Ari Tulang
Ainun : Andrea Miranda (Soprano)
Rudy : Farman Purnama (Tenor)
Arlis (sahabat) : Christine Tambunan (Soprano)
Soeli (sahabat) : Renno Krisna (Tenor)
Sahabat, Demonstran: Paduan Suara PCMS Choir dan PSM-ITB