Lifestyle | News

Story by Tammy Tjenreng

TedX Jakarta NIYATA

Gedung Kesenian Jakarta sudah padat dipenuhi kendaraan roda empat, Sabtu pagi silam. Antusias pengunjung terlihat dari antrian pendaftaran.

TEDx JAKARTA kembali hadir untuk ke 12 kalinya dengan tema NIYATA. Acara berlangsung dalam tiga sesi, sesuai penggalan darai Niyata, yakni NI, YA, TA. Mengawali acara dengan NI yang berarti into, within; Firly Savitri sebagai penemu IMI (Ilmuwan Muda Indonesia) mempresentasikan betapa pentingnya pengenalan ilmu science pada generasi muda lewat presentasinya dengan gerobak berisikan alat-alat praktik percobaan science.
Setiap sesi pergantian pembicara TedX Jakarta menghadirkan video-video TedX internasional yang masih setema dengan apa yang dihadirkan. Sesi pertama dilanjutkan kembali dengan kehadiran Bunda Iffet (manager SLANK) yang menceritakan tentang pengalaman beliau menjaga dan mengasuh personil-personil SLANK layaknya anak mereka sendiri.
Tak lama Fey Simanjuntak, gadis 15 tahun yang merupakan cucu dari Mantri Maritim, turut bergabung ke panggung. Kisah inspiratif dara muda ini dimulai sejak ia menginjak umur 9 tahun. Orang tua Fey yang rutin membawa ia tiap akhir pekan ke berbagai jenis yayasan, telah membuka prespektif lain Fey. Sampai akhirnya bisa menjadi co-penemu Rumah Fey, sebuah NGO yang bergerak dalam penanganan child dan sex trafficking.
Sesi dua dengan mengangkat kata Sanskrit yang berarti YA yaitu implore, attain. Dibuka dengan tarian dari Anindya Krisna, seorang profesional balerina di Manila Dancing Company and a Pedagogue Jakarta, diiringi oleh live piano. Peserta yang datang menikmati penampilan yang disuguhkan. Anindya berbagi tentang gairahnya sejak kecil di dunia tari balet dan pandangannya pada industri ini di Indonesia yang masih jauh dari standar internasional. Keresahannya pada industri ini membuat Anindya menciptakan sekolah baletnya sendiri. Lalu ada Dian Ara seorang game designer dari Angkot The Game, berbagi kisah tentang perjalanan karier dan hidupnya sampai ia bisa menjadi game designer.
Di bagian lain, Mizra Kusrini Utarini seorang profesor dan scientist yang khusus menangani konservasi amfibi dan reptil se-Indonesia. Berbagi pengetahuan dalam presentasi yang dibalut dengan gambar-gambar penemuan ia dan para mahasiswa-mahasiswinya. Menurut Mizra, berdasarkan data statistik Indonesia menempati urutan ke-40 dari total 42 negara yang paling banyak melakukan percobaan science. Atas keresahan ini, dalam portal sosial media, ia dan komunitasnya membuat #citizenscience guna memberi kesadaran dan menarik perhatian masyarakat umum.
Diselingi dengan jam istirahat, sesi 3 acara TedX Jakarta dilanjutkan dengan tema Ta yang diartikan sebagai womb, warrior. Intan Suci Nurhati seorang ilmuwan cuaca, oceanographer dan deep sea diver membuka sesi lalu dilanjutkan oleh Adi Utarini seorang ilmuwan nyamuk dan pemimpin proyek dari Eliminate Dengeu Project di Jogjakarta. Mereka berdua dalam sesinya masing-masing menjelaskan hasil-hasil penemuan mereka dan bagaimana pengaruhnya terhadap alam.
TedX Jakarta pun berakhir dengan kemeriahan dan sambutan hangat bagi para peserta dan pembicara yang tergabung didalamnya.
 
FOTO: DOKUMENTASI: TEDX JAKARTA