Fashion | News

Story by Asep Mukarom

Reinventing Basic, esensi desain busana terbaru Uniqlo U musim gugur 2017

Uniqlo dengan kepala kreatif pria Perancis Christophe Lemaire kembali menghidupkan esensi berbusana basic lewat label Uniqlo U dengan penuh gaya dan urgensi tinggi. Seperti apa?




Uniqlo selalu memastikan setiap penggemar setianya kembali untuk mencoba setiap inovasi busana terbaru yang dikembangkan. Kendati koleksi yang disajikan tergolong basic yang penggunaanya akan lama menghuni lemari. Koleksi tidak dibuat begitu saja. Selalu ada desain, material, dan siluet baru yang memanjakan mata. Seperti musim gugur ini, Christophe Lemaire dan tim kepercayaannya mengeluarkan koleksi busana pria dan perempuan untuk label Uniqlo U yang sulit untuk ditolak.

Memiliki skema warna teduh seperti krem, marun, hijau zaitun, cokelat, putih, dan sesekali hijau neon dan merah untuk memberi infusi menyegarkan. Highlight musim ini adalah inovasi three dimensional pada koleksi perempuan yang memakai wol merino 100%. Dibuat tanpa jahitan sedikitpun, item yang hadir dalam bentuk sweater ini akan mengikuti bentuk tubuh secara alami dan sempurna. Efisien secara desain dan labor.

Untuk pria, Uniqlo U mengoptimalkan luaran berbahan Blocktech yang sebelumnya ditemui dalam lini olah raga menjadi satu item yang tidak boleh dikesampingkan. Hadir dalam desain multifungsi sebagai parka atau coat, teknologi Blocktech memastikan pemakainya terjaga dari cuaca ekstrim lewat lapisan pelindung yang tahan angin dan air. Tepat untuk kondisi iklim ibu kota yang kerap berubah.

Koleksi Uniqlo U kali ini memang terasa beda. Sebuah kemewahan dalam kemasan sederhana yang penting. Indah dalam siluet memikat dan nyaman di tubuh karena menghadirkan versi terbaik diri secara maksimal. Dapat ditemukan secara lengkap di toko mal Pondok Indah 1 Jakarta, 23Paskal Bandung, dan Tunjungan Plaza 3 Surabaya mulai 6 Oktober 2017. Range harga koleksi ini dimulai dari Rp.199.000 untuk topi beanie dan Rp.1.490.000 untuk jaket wol.

Foto: Fast Retailing