Lifestyle | Review

Story by Rosihan Nurdin

Movie of The Week: Beginilah Kalau Bisa Bercengkerama dengan Hantu

Risa Saraswati memiliki kelebihan dibanding orang pada umumnya. Ia bisa melihat, ngobrol, dan bahkan bercengkerama dengan sosok dari dimensi lain yang kita sebut hantu.

Film horor Indonesia kembali menghiasi layar bioskop. Kali ini berjudul "Danur: I Can See Ghosts", karya sutradara Awi Suryadi, produksi PIC House Films, yang bernaung di bawah MD Pictures. Cerita film ini diangkat dari kisah nyata yang ditulis oleh Risa Saraswati, wanita indigo yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan “mahluk halus”. Risa kemudian menuangkan pengalamannya itu dalam buku berjudul “Gerbang Dialog Danur”.
     Risa sejak kecil sudah memiliki kemampuan “menembus” dimensi di luar dunia nyata ini ketika ia merayakan ulang tahun ke-8. Ketika sang Ibu menanyakan kado apa yang ia inginkan, Risa meminta seorang teman agar ia tak lagi merasa kesepian. Sejak saat itu sang Ibu mulai melihat dan merasakan keanehan pada Raisa. Ia sering terlhat berbicara sendiri, memainkan permainan yang biasanya dimainkan lebih dari satu orang. Yap, Raisa memang “berteman” dengan tiga anak blasteran Belanda (William, Petter dan Jahnsen).  Dalam buku Raisa berteman dengan lima anak; Petter, Hans, Hendrick, William, dan Jahnsen.
     Keanehan demi keanehan itu membuat pembantu rumah tangga menyarankan pada sang Ibu untuk meminta pertolongan “orang pintar” di kampung tempat mereka tinggal. Seorang psikolog yang dimintai bantuan mengaku tak bisa membantu, karena apa yang dilakukan Risa itu sama sekali tak berkaitan dengan masalah kejiwaan. “Orang pintar” lah yang bisa meyakinkan bahwa Risa bisa melihat dan berbincang dengan “mahluk halus” yang ada di sekitar rumah tersebut. Ini diketahui lantaran bau yang tercium adalah “Danur”; bau yang biasa tercium dari jasad yang sudah membusuk. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Danur artinya “air yang keluar dari bangkai (mayat) yang sudah membusuk”.
     Selang beberapa tahun kemudian, saat Risa berangkat remaja dan dan memiliki seorang adik, ia kembali berhubungan dengan teman-temannya. Ia bahkan meminta bantuan mereka lantaran sang adik diganggu oleh “mahluk halus” yang jahat. Risa yang telah lama tak berhubungan, mau tak mau harus bermain piano dan mendendangkan tembang berbahasa Sunda yang dulu yang gunakan untuk memanggil teman-teman lamanya itu.
     “Abdi teh ayeuna, gaduh hiji boneka. Teu kinten saena, sareng lucuna. Ku abdi dierokan, erokna sae pisan. Cing mangga, tingali boneka abdi…” Anda pernah mendengarkan atau mungkin menyanyikan  lagu berjudul “Boneka Abdi” ini?
 
Permintaan dari “Mahluk Halus”
Dalam press screening film pada akhir Maret silam, Risa Saraswati, sang penulis cerita, mengisahkan beberapa “campur tangan” dari teman-temanya yang menjadi bagian dari film ini. “Mereka tak bersedia bila rambut yang memerankan mereka bukan warna pirang yang asli,” ujar Risa di depan sejumlah wartawan dan undangan. Mereka juga meminta, lanjut Risa, untuk mengganti poster yang sudah dibuat dengan menampilkan diri mereka, bukan sosok hantu wanita yang jahat. Poster pun akhirnya diganti.
     Bukan hanya itu, sejak kisah ini direncanakan untuk dibuat film, “teman-teman” Risa sudah memberi beberapa persyaratan, di antaranya, sosok mereka harus terlihat sebagai pahlawan dalam film ini. Sejumlah persyaratan yang mereka minta diakomodir dalam script film ini. Bahkan, mereka juga minta disediakan bangku pada saat film diputar. Tak heran bila saat press screening terdapat lima bangku kosong yang dilapisi kain putih dengan sejumlah barang favorit mereka.
 
Sinopsis
Film ini bercerita tentang Risa dihari ulang tahunnya ke-8, Risa dengan polosnya meminta seorang teman agar ia tidak kesepian lagi. Namun ternyata ibunya, Elly, mulai curiga mendapati anaknya sering tertawa sendiri dan bermain seolah-olah dengan banyak teman, padahal Elly hanya melihatnya bermain sendiri! Elly mencari jalan untuk memisahkan Risa dari  sahabat nya yang ternyata hantu. 
     Dengan terpaksa teman Risa pergi dari rumah neneknya dan berpisah dengan teman temannya. Sembilan tahun kemudian Risa harus kembali ke rumah tersebut menjaga nenek bersama adiknya Riri. Kejadian-kejadian aneh dan gangguan roh halus mulai terjadi lagi. Puncaknya ketika Riri tiba tiba menghilang, Risa harus menyelamatkan Riri dari hantu jahat yang berencana membawa Riri ke dunia lain.  

Pemain
PRILLY LATUCONSINA Risa Remaja
SANDRINNA MICHELLE SKORNICKI Riri
SHAREEFA DAANISH Asih                               
ASHA KENYERI BERMUDEZ  Risa Kecil
INDRA BROTOLARAS Andri
KINARYOSIH Elly
INGRID WIDJANARKO Nenek
WESLEY ANDREW William                               
KEVIN BZEZOVSKI TAROREH Jhansen
GAMAHARITZ Petter
AISHA KHORUNNISA LESTARI Gadis Kecil
FUAD IDRIS Pak Ujang                                                                          
Penampilan Khusus
ALINE ADITA Psikolog
JOSE RIZAL MANUA  Pak  Asep
 
FOTO: DOKUMENTASI PIC HOUSE FILMS