Lifestyle | Review

Story by Ajeng Dwi Damarasri

Movie of The Week: Kartini

Inilah film terbaru karya Hanung Bramantyo, tentang Kartini dari sudut pandang yang berbeda.


Siapa yang tak kenal Kartini, sosok pahlawan perempuan asal Jepara yang dikenal dengan usahanya memperjuangkan emansipasi perempuan? Mengenal kilas balik Ni (Dian Sastrowardoyo), nama kecil yang dimilikinya bisa dapat kita ketahui melalui film “Kartini”. Film besutan Hanung Bramantyo memulai perjalanan Kartini ketika masih kecil dipaksa untuk melihat ibunya sendiri Ngasirah (Christine Hakim) harus dibuang dari rumahnya sendiri untuk menjadi pembantu karena tidak memiliki darah ningrat. Sedangkan ayahnya, Raden Sosoningrat (Deddy Sutomo) tidak berdaya melawan tradisi yang ada di tanah Jawa.
                Memasuki masa puber, Kartini harus mengikuti budaya setempat dimana perempuan harus dipingit hingga datang seorang darah ningrat yang datang untuk menjemput dan melamarnya. Beruntung, Kartini diminta untuk mengenal dunia melalui buku oleh kakaknya, R.M Panji Sosrokartono (Reza Rahadian). Kartini yang tumbuh dengan ilmu-ilmu yang dibacanya, berusaha memperjuangkan dirinya untuk tetap dihargai dan tidak diperlakukan seenaknya sebagai perempuan. Ia turut didukung oleh kedua adiknya Kardinah (Ayushita) dan Roekmini (Acha Septriasa) untuk mendobrak adat setempat.
               
Berbagai rintangan dilalui oleh Kartini untuk memperjuangkan keinginannya mendapat pendidikan. Bukan saja ditentang oleh keluarganya, ia juga harus mempertaruhkan nama besar bapaknya yang menjabat sebagai bupati. Namun, selalu ada jalan bagi setiap orang yang mau berusaha. Bagaimana akhir perjalanan hidup Kartini saat mendapat pinangan dari Bupati Tegal yang tidak boleh ia tolak?
               
Harus diakui, film ini dapat menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur namun juga menginspirasi. Banyak pelajaran dari sosok Kartini yang harus dimiliki oleh setiap perempuan untuk menghargai dirinya. Bagaimanapun juga, perjuangan belum selesai. Masih banyak perempuan yang dipandang sebelah mata di berbagai belahan dunia. Film ini mampu menggambarkan sosok Kartini secara objektif tanpa mengagungkan perempuan secara berlebihan yang bisa menyudutkan laki-laki.
                Bagi GRAZIA, Kartini menjadi salah satu tontonan yang sarat makna. Para pemain berhasil menjiwai perannya untuk membangun suasana dan membawa Anda terhanyut pada emosi dan perjuangan yang dilakukan. Jangan lupa, siapkan tisu untuk menghapus air mata Anda, GRAZIA Bella!