Lifestyle | Review

Story by Rosihan Nurdin

Movie of The Week: Kisah Cinta Galih dan Ratna yang Menggemaskan

Inilah film yang mengadaptasi salah satu film ikonik era 70-an “Gita Cinta dari SMA” yang hingga kini masih dikenang.

    Harus diakui, sutradara Lucky Kuswandi tergolong berhasil dalam melakukan “reka ulang” kisah cinta remaja dalam film “Gita Cinta dari SMA” (1979). Mengambil esensi dari film terdahulu yang diangkat dari novel berjudul sama karya Eddy D. Iskandar, Lucky dengan cerdik dan cermat menempatkan kisah cinta Galih dan Ratna dalam konteks kekinian.
    Lucky mengemas kisah cinta remaja era 80-an tersebut dalam suasana remaja di era milenial dengan menggabungkan elemen musik yang cukup kental. Dalam “Galih dan Ratna”, cinta pertama atau apapun namanya, tak pernah dirasakan Galih, seorang siswa SMA teladan di Bogor tapi introvert yang hidup dalam bayang-bayang ayahnya dan tuntutan ibunya yang harus berjuang hidup sebagai single-mother, sehingga Galih dipaksa mendahulukan pendidikannya dan tidak boleh bermusik yang menjadi kesukaannya.
    Sementara Ratna adalah siswi pindahan dari sebuah SMA di Jakarta. Ratna bukanlah murid yang menonjol dalam pendidikan, nilai-nilainya tak cemerlang walaupun sebenarnya ia seorang gadis yang pintar dan berbakat. Ratna tak tahu apa passion
hidupnya. Ia hidup tanpa tujuan, selalu mengejar hal-hal yang sangat instan. Sosok Galih diperankan Refal Hady dan Ratna oleh Sheryl Sheinafia
     “Film ini merupakan a celebration of first love, passion, and music,” tulis pihak produser dalam rilis yang dibagikan kepada media dalam jumpa pers 25 Januari silam. Bisa dimaklumi karena “Gita Cinta dari SMA” juga dijadikan film (1979) berjudul sama yang disutradarai Arizal. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Galih dan Ratna yang, tampaknya dengan sadar dijadikan  judul film yang akan tayang awal Maret mendatang.
Sosok Galih yang diperankan Rano Karno dan Ratna yang diperankan Yessy Gusman menjadi ikon kisah cinta remaja pada masanya. Boleh jadi hal yang sama juga menjadi harapan produser, sutradara dan seluruh pemain serta kru agar “Galih dan Ratna” menjadi ikon cinta remaja pada era milenial ini. Sosok Galih dan Ratna diperankan oleh wajah baru dalam layar perak Indonesia yaitu Refal Hady dan Sheryl Sheinafia. Pemeran pendukung lainnya adalah Marissa Anita, Joko Anwar, Ayu Dyah Pasha, Hengky Tornando, dana penampilkan khusus dari sang ikon, Rano Karno dan Yessy Gusman.

Sinopsis
    Cinta pertama atau apapun namanya tak pernah dirasakan Galih, seorang siswa SMA teladan tapi introvert yang hidup dalam bayang-bayang ayahnya dan tuntutan ibunya yang harus struggle sebagai single-mother . Galih dipaksa mendahulukan pendidikannya, bukan passionnya dalam musik. Sementara Ratna seorang siswi pindahan dari SMA di Jakarta ke sekolah Galih di Bogor. Ratna bukanlah murid yang menonjol dalam pendidikan, nilai-nilainya tak cemerlang walaupun sebenarnya ia seorang gadis yang pintar dan berbakat. Ratna tak tahu apa passion hidupnya. Ia hidup tanpa tujuan, selalu mengejar hal-hal yang sangat instan, layaknya anak millenials saat ini. Namun ia suka menulis dan mengarang lagu walaupun tak satu pun yang diselesaikannya.
    Salah satu “kekuatan” yang juga menjadi andalan film ini adalah ilustrasi musik, sebagaimana juga yang terasa pada “Gita Cinta dari SMA”. Sejumlah musisi berbakat Indonesia ikut ambil bagian dalam film ini, termasuk Sheryl yang memang dikenal sebagai penyanyi. Mereka antara lain, GAC yang menyanyikan “Galih dan Ratna” dengan style yang menjadi kekuatan trio Gamael-Audrey-Cantika. Lalu ada Rendy Pandugo, White Shoes & the Copule’s Company, Sore, Koil, Ivan Gojaya dan Agustin Oendari yang turut memperkuat sajian lagu dalam film ini.
    Selamat bernostalgia bagi yang pernah terkena sihir "Gita Cinta dari SMA" bersama Rano Karno dan Yessy Gusman.
    Selamat menonton!