Lifestyle | Review

Story by Ajeng Dwi Damarasri

Movie of the Week: Labuan Hati… Karena Setiap Labuan Punya Cerita

Tiga perempuan bertemu, bersahabat, hingga perang dingin untuk menjadi nomor satu dimata seorang Mahesa.

Setiap perempuan pernah mengalami masalah dalam hubungan. Alih-alih menyelesaikannya, banyak dari kita, atau mungkin Anda salah satunya yang justru kabur untuk menenangkan diri. Hal tersebut dialami pula oleh Bia (Kelly Tandiono) seorang ibu satu anak yang memiliki masalah dalam hubungan rumah tangganya. Segala kemewahan yang dimiliki, tampaknya tak mampu untuk mengobati kesepian yang dialaminya. Ia pun memilih untuk pergi sejenak ke Labuan Bajo tempat dimana Bia bertemu Indi (Nadine Chandrawinata) perempuan yang memiliki tunangan dengan sifat posesif.
     Liburan sudah seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan. Mengeksplorasi pemandangan alam dan keindahan laut dilakukan Bia dan Indi dengan ditemani oleh Maria (Ully Triani), penduduk lokal yang bekerja menjadi seorang pemandu wisata bagi keduanya. Tak disadari, Maria pun memiliki luka lama yang belum bisa ia lupakan terhadap mantan kekasihnya.
     Perjalanan panjang dan persoalan yang sama, membuat ketiganya justru menjadi sahabat dekat yang menyenangkan. Masalah justru hadir saat Mahesa (Ramon Y Tungka) hadir sebagai sosok laki-laki yang diinginkan oleh ketiganya. Tak sekedar usaha mencuri perhatian, ketiganya justru secara terang-terangan memperebutkan Mahesa yang membuat hubungan ketiganya hancur. Kegiatan yang seharusnya seru, semakin suram saat Indi hilang terbawa arus.
     Film Labuan Hati arahan Lola Amaria mengingatkan kita pada keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia. Perjalanan bersama komodo yang menegangkan, pink beach yang cantik, dan keindahan bawah laut yang beragam sukses memanjakan penonton untuk kabur sejenak dari rutinitas kota yang padat. Konflik yang dikemas dalam kisah yang ringan pun membuat Anda tak perlu banyak berfikir untuk menikmatinya.
     Bukan sekedar hiburan, film ini memiliki sarat makna bagi para penontonnya. Meski konflik tidak dijabarkan secara detail, Anda dapat belajar bagaimana menghadapi masalah dan mengenal diri sendiri untuk mengetahui apa yang diinginkan. Last but not least, Pesona Nusa Tenggara Timur yang menjadi latar belakang kisah ini mampu membius penonton untuk segera berlibur. Pack your bag, and go get lost!