Lifestyle | Review

Story by Ajeng Dwi Damarasri

Movie of The Week: Setip dan Pensil

Movie of The Week: Setip dan Pensil

Meski memiliki fasilitas yang memadai, terkadang banyak orang disekitarnya yang memandang sebelah mata atas keberhasilan yang dilakukannya. Setidaknya, hal ini dirasakan oleh Toni (Ernest Prakasa), Aghi (Ardit Erwandha), Bubu (Tatjana Shapira), dan Saras (Indah Permatasari). Empat sekawan yang terdaftar sebagai murid SMA ini justru di Bully oleh seluruh teman sekolahnya karena dianggap sombong dan hanya bisa memarkenkan kekayaan kedua orang tuanya.
                Saat mencari ide untuk tugas yang diberikan oleh sekolah, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan salah seorang anak jalanan bernama Ucok (Iqbal Shincan) yang tak pernah merasakan sekolah dan terpaksa hidup di bawah jembatan karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Sehari-hari Ucok memilih untuk menjadi pengamen disaat kedua orang tuanya menjadi pemulung. Terinspirasi dari Ucok, Toni dan kawan-kawan mengambil tema mengenai pentingnya pendidikan bagi anak jalanan untuk diikutkan dalam kompetisi tingkat nasional. Kabar baik datang saat mereka berhasil menjadi salah satu kelompok yang maju ke tahapan tingkat nasional. Bukannya mendapat pujian, keempatnya justru dianggap membayar orang lain untuk membuat artikel tersebut. Merasa tertantang, Toni justru kelepasan untuk membuktikan bahwa ia dan teman-temannya akan terjun langsung dalam membangun sekolah bagi anak yang tidak mampu.
                Nyatanya, banyak rintangan yang harus dilewati oleh keempatnya. Mulai dari anak jalanan yang lebih memilih untuk mengamen dibandingkan belajar, bangunan sekolah dan barang-barang yang selalu hilang setiap harinya, hingga masalah relokasi yang akan dilakukan oleh pemerintah pada kampung yang mereka bantu. Lalu bagaimana kelanjutan kisah Toni dan kawan-kawan?
                Tampaknya dunia perfilman Indonesia semakin bagus. Banyak film yang telah memberikan unsur edukasi melalui pesan yang disampaikan. Film ini mengajarkan Anda untuk selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Tak hanya itu, naskah yang ditulis oleh Joko Anwar ini juga mengingatkan masyarakat atas masalah dasar yang dihadapi Indonesia untuk maju dan berkembang. Jangan khawatir membosankan karena film ini banyak dibumbui oleh komedi yang ringan dan segar.